DULU dan SEKARANG
Dulu, aku pernah sangat kagum pada manusia cerdas, sangat kaya, berhasil dalam karir hidup, dan hebat dalam dunianya
Sekarang, aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku. Aku kagum dengan manusia yang hebat di mata ALLAH, sekali pun kadang penampilannya begitu biasa dan bersahaja.
Dulu, aku memilih marah karena merasa harga diriku dijatuhkan ketika orang lain berkata kasar kepadaku, menggunjingkanku, dan menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran
Sekarang, aku memilih untuk bersyukur dan berterima kasih, karena aku yakin ada kasih dari ALLAH ketika aku mampu untuk memaafkan dan bersabar
Dulu, aku memilih untuk mengejar dunia dan menumpuknya sebisaku, ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah makan dan minum untuk hari ini, dan bagaimana cara membuangnya dari perutku.
Sekarang, aku memilih untuk bersyukur dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini dengan penuh keikhlasan dan bermanfaat untuk sesama, dan juga beribadah kepada ALLAH.
Dulu, aku berpikir bahwa aku bisa membahagiakan orang tua, saudara, dan teman-temanku kalau aku berhasil dengan duniaku. Ternyata yang membuat kebanyakan dari mereka bahagia adalah bukan itu, melainkan sikap, tingkah, dan sapaanku kepada mereka.
Sekarang, aku memilih untuk membuat mereka lebih bahagia dengan apa yang ada padaku.
Dulu, pusat pikiranku adalah membuat rencana-rencana dahsyat untuk duniaku. Ternyata aku menjumpai saudara dan teman-temanku begitu cepat menghadap kepadaNya.
Sekarang, yang menjadi pusat pikiran dan rencanaku adalah bagaimana mempersiapkan diri dan terutama hatiku agar aku selalu siap jika suatu saat namaku dipanggil olehNya.
Tidak ada yang dapat menjamin bahwa aku dapat menikmati teriknya matahari besok. Tak ada yang bisa memberikan jaminan bahwa aku masih bisa menghirup nafas esok hari.
KALAU HARI INI DAN ESOK HARI AKU BISA HIDUP, ITU SEMATA-MATA ADALAH ANUGERAH DARI ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA...






0 komentar:
Posting Komentar